Jumat, 05 Februari 2010

BOTOK KROKOT ATASI DESENTRI DAN SALURAN KENCING



Tanaman Krokot atau dalam bahasa latinya Portulaca Leavis Wall, ternyata tidak hanya menjadi tanaman penghias taman.. Karena siswa-siswi sebuah sma negeri di Gresik, justeru memanfaatkannya menjadi menu makanan alternatif, yakni Botok dan Rempeyek Krokot yang cukup mengundang selera.. Selain mengajarkan siswa lebih mencintai lingkungan, menu berbahan tanaman hias ini, juga berkhasiat untuk menyembuhkan disentri, Radang akut usus buntu, gangguan saluran sistem saluran kencing, dan juga mampu menyembuhkan borok, karena mengandung vitamin A,B dan C.

Krokot atau Portulaca Leavis Wall, sengaja dipilih karena jenis tanaman ini mudah di dapat dan dengan tumbuh subur di sekitar pekarangan, halaman rumah, hingga daerah dengan udara kering..

Proses penanamannya juga tidak terlalu sulit, sehingga mendorong siswa siswi SMA Negeri Satu Manyar, Gresik, untuk memanfaatkanya menjadi sesuatu yang berdaya guna bagi masyarakat.

Setelah melakukan penelitian, tentang kandungan di dalam tanaman tersebut, akhirnya mereka mengolahnya menjadi menu makanan alternatif kaya vitamin, yang kelezatannya tidak diragukan, yakni Botok dan Rempeyek Krokot.

Menu alternatif ini, memiliki banyak khasiat, diantaranya untuk menyembuhkan Disentri, Radang akut usus buntu, Gangguan saluran sistem saluran kencing, dan juga mampu menyembuhkan borok. Pasalnya, karena krokot mengandung vitamin A, B, dan C, yang sangat dibutuhkan tubuh.

Olin Lintang Pribadi, siswa, mengatakan, “ sangat tertarik memanfaatkan tanaman krokot, karena jenis tanaman hias ini mudah didapat, dan dengan mudah tumbuh subur, di sekitar lingkungan rumah, “ katanta..

karena itu, dirinya dan juga teman-teman di sekolahnya terdorong untuk memanfaatkan dan mengolahnya menjadi menu makanan alternatif, yang mengandung banyak vitamin, yakni botok dan rempeyek krokot, yang telah akrab dengan lidah bangsa indonesia.

Sementara itu, Dani Kustriani, guru membimbing, dan juga penikmat botok krokot, mengatakan, menyukai botok dan rempeyek krokot, karena teksture-nya yang lembut, seperti daun kemangi, atau daun luntas.

”selain lezat, menu alternatif berbahan krokot ini, aromanya khas, dan rasanya tidak langu. karena itu, dirinya dan juga pihak sekolah mendukung upaya siswa mengembangkan krokot menjadi menu alternatif, yang menyehatkan, “ katanya.,

Sedangkan, proses pembuatan botok dan rempeyek krokot, juga tidak terlalu sulit. Setelah dicuci bersih, daun krokot dipilih yang masih muda, dicampur dengan parutan buah kelapa mudah, yang telah dicampur bumbu, diantaranya Cabe, Buah Belimbing Wuluh, Ketumbar, Bawang merah, Bawang putih, Lengkuas, Kemiri, Garam, dan gula pasir..

Agar terasa lebih nikmat, maka ditambahkan teri halus, atau ikan laut yang kecil-kecil, tempe dan tidak ketinggalan tahu. setelah diaduk merata, maka dilakukan proses pembungkusan dengan daun pisang, dan diakhiri dengan proses pengukusan, hingga botok siap dihidangkan, (SELAMAT MENCOBA KELEZATANYA…dunia desa)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar